Purbaya Tegaskan Disiplin Fiskal Tetap Dijaga, Soroti Perhatian Lembaga Global terhadap Defisit Indonesia!

Admin RedMOL
0
Jakarta,RedMOL.id– Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menegaskan pemerintah tetap berkomitmen menjaga defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) di bawah batas 3 persen serta mempertahankan rasio utang pemerintah di bawah 60 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Dalam rapat kerja bersama Komite IV DPD RI, Senin (22/6), Purbaya menjelaskan bahwa kebijakan fiskal yang diterapkan pemerintah bertujuan menjaga stabilitas ekonomi nasional sekaligus mempertahankan kepercayaan lembaga pemeringkat internasional terhadap perekonomian Indonesia.

Menurutnya, pemerintah terus berupaya mengambil langkah yang seimbang antara mendorong pertumbuhan ekonomi dan menjaga kesehatan fiskal negara. Ia menilai disiplin anggaran tetap menjadi fondasi penting dalam pengelolaan keuangan negara.

Purbaya juga mempertanyakan mengapa Indonesia kerap menjadi sorotan terkait batas defisit 3 persen, sementara sejumlah negara lain telah mencatatkan defisit yang lebih tinggi. Ia mencontohkan beberapa negara seperti Malaysia, Vietnam, India, hingga Amerika Serikat yang memiliki tingkat defisit melebihi ambang tersebut.

Meski demikian, ia menegaskan pemerintah tidak akan mengendurkan komitmennya terhadap prinsip kehati-hatian fiskal. Menurutnya, Indonesia justru ingin menunjukkan bahwa pengelolaan anggaran yang disiplin dapat menjadi contoh bagi negara lain.

Ia juga menyoroti kondisi sejumlah negara maju yang memiliki rasio utang terhadap PDB jauh lebih besar dibandingkan Indonesia. Kendati demikian, pemerintah tetap memilih menjaga indikator fiskal nasional pada level yang aman dan terkendali.

Terkait APBN 2026, Purbaya optimistis target defisit tetap dapat dipertahankan meskipun terdapat tekanan dari meningkatnya kebutuhan subsidi energi, termasuk bahan bakar minyak (BBM) dan listrik. Saat ini, pemerintah merancang defisit anggaran berada di kisaran 2,9 persen atau bahkan lebih rendah.

Ia menambahkan, apabila harga minyak dunia mengalami penurunan pada paruh kedua tahun 2026, ruang fiskal pemerintah berpotensi semakin membaik sehingga angka defisit dapat ditekan lebih rendah dari proyeksi saat ini.

Pemerintah berharap konsistensi dalam menjaga disiplin fiskal dapat memperkuat ketahanan ekonomi nasional sekaligus meningkatkan kepercayaan investor dan lembaga pemeringkat global terhadap prospek perekonomian Indonesia.


(Tim/Redaksi)

Posting Komentar

0Komentar

Posting Komentar (0)