INSIDEN RAKIT NGGELE–LEDE JADI BUKTI LEMAHNYA KONEKTIVITAS WILAYAH DI TALIABU!

Admin RedMOL
0
JAKARTA,REDMOL.ID– Tenggelamnya rakit penyeberangan rute Desa Nggele–Desa Lede di Kecamatan Lede, Kabupaten Pulau Taliabu, Kamis (4/6/2026), menjadi peringatan keras atas buruknya akses transportasi yang hingga kini masih dihadapi masyarakat. Beruntung, seluruh penumpang berhasil selamat meski sejumlah sepeda motor yang diangkut ikut karam ke dasar perairan.

Menanggapi peristiwa tersebut, Bendahara Umum Pimpinan Pusat Forum Mahasiswa Pascasarjana Maluku Utara (FORMAPAS MALUT), Nurul Selvia Ningsi, mendesak Pemerintah Kabupaten Pulau Taliabu untuk tidak lagi menutup mata terhadap persoalan konektivitas wilayah yang selama ini menjadi keluhan masyarakat.

Menurut Nurul, insiden tersebut bukan sekadar kecelakaan transportasi biasa, melainkan bukti nyata bahwa masyarakat masih dipaksa mempertaruhkan keselamatan mereka akibat lambannya pembangunan infrastruktur jalan yang layak dan aman.

"Hari ini mungkin tidak ada korban jiwa, tetapi pemerintah jangan menunggu ada nyawa melayang baru bergerak. Tenggelamnya rakit Nggele–Lede harus menjadi alarm keras bahwa masyarakat Taliabu masih menghadapi risiko besar hanya untuk berpindah dari satu desa ke desa lain," tegas Nurul.

Ia menilai ketergantungan masyarakat terhadap transportasi penyeberangan sederhana merupakan konsekuensi dari belum tuntasnya pembangunan akses jalan yang menghubungkan wilayah-wilayah strategis di Pulau Taliabu. Padahal, akses transportasi yang memadai merupakan kebutuhan dasar masyarakat sekaligus penunjang utama pertumbuhan ekonomi daerah.

Nurul menegaskan bahwa pemerintah daerah harus segera mengambil langkah konkret dengan mempercepat pembangunan dan peningkatan ruas jalan yang menghubungkan kawasan Nggele, Lede, hingga wilayah-wilayah lain yang masih terisolasi.

"Anggaran daerah setiap tahun terus berjalan. Karena itu masyarakat berhak mempertanyakan sejauh mana keseriusan pemerintah dalam membuka akses yang aman dan layak. Jangan sampai rakyat terus dipaksa menggunakan sarana transportasi yang berisiko tinggi akibat lambannya pembangunan infrastruktur dasar."

FORMAPAS MALUT juga meminta Pemerintah Kabupaten Pulau Taliabu bersama instansi terkait melakukan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh sarana penyeberangan rakyat yang beroperasi, guna memastikan standar keselamatan dipenuhi dan kejadian serupa tidak terulang kembali.

Lebih lanjut, Nurul menegaskan bahwa keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama pemerintah daerah, bukan sekadar janji pembangunan yang berulang kali disampaikan dalam berbagai agenda politik.

"Pembangunan jalan bukan hanya soal infrastruktur, tetapi soal keselamatan manusia. Pemerintah harus hadir memberikan solusi nyata. Jangan biarkan masyarakat terus berjudi dengan maut setiap kali melakukan perjalanan. Kami mendesak Pemda Pulau Taliabu segera mempercepat pembangunan akses jalan dan menjadikan keselamatan warga sebagai prioritas utama."

FORMAPAS MALUT menyatakan akan terus mengawal isu pembangunan infrastruktur di Pulau Taliabu agar hak-hak masyarakat terhadap akses transportasi yang aman, layak, dan manusiawi dapat segera terpenuhi


Redaksi:Arjun

Posting Komentar

0Komentar

Posting Komentar (0)