RedMOL.ld-Sejumlah mahasiswa di Kota Ternate menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Wali Kota Ternate sebagai bentuk respons terhadap kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). Dalam aksi tersebut, para mahasiswa menyuarakan berbagai tuntutan yang berkaitan dengan dampak kenaikan BBM terhadap kondisi ekonomi masyarakat.
Massa aksi datang dengan membawa spanduk dan poster berisi kritik serta aspirasi terkait kebijakan yang dinilai berpotensi menambah beban hidup warga. Mereka menilai kenaikan harga BBM dapat memicu meningkatnya harga kebutuhan pokok, biaya transportasi, serta berbagai sektor lainnya yang berdampak langsung pada masyarakat.
Selain menyampaikan orasi, mahasiswa juga meminta pemerintah daerah untuk turut memperjuangkan kepentingan masyarakat dan menyampaikan aspirasi tersebut kepada pemerintah pusat. Mereka berharap ada langkah konkret yang dapat dilakukan guna meminimalkan dampak kenaikan BBM terhadap kelompok masyarakat berpenghasilan rendah.
Aksi berlangsung di bawah pengawalan aparat keamanan untuk memastikan situasi tetap kondusif. Perwakilan mahasiswa juga berupaya menyampaikan tuntutan mereka kepada pihak Pemerintah Kota Ternate agar mendapat perhatian dan tindak lanjut.
Mahasiswa menegaskan bahwa aksi tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap kondisi sosial dan ekonomi masyarakat. Mereka berharap pemerintah dapat mendengar aspirasi yang disampaikan serta mengambil kebijakan yang berpihak pada kepentingan rakyat.
Koordinator Aliansi Bergerak Bersama Masyarakat (BBM), Michael Doru, menegaskan kenaikan harga BBM menjadi bukti bahwa pemerintah pusat gagal memahami kondisi masyarakat kecil yang setiap hari bergantung pada bahan bakar untuk bekerja dan bertahan hidup.
Hingga aksi berakhir, kegiatan berlangsung tertib dan kondusif dengan komitmen para peserta untuk terus mengawal isu yang mereka perjuangkan.
Reporter : Sahril
