ASUS Luncurkan ProArt P14 dan P16, Laptop AI untuk Kreator dengan Memori hingga 128GB.

Admin RedMOL
0

JAKARTA, RedMOL.ID – ASUS memperkenalkan dua laptop kelas profesional, ProArt P14 dan ProArt P16, ke pasar Indonesia pada 20 Oktober 2026. Mengandalkan teknologi NVIDIA RTX Spark™, kedua perangkat ini dirancang untuk mendukung pekerjaan kreatif berbasis kecerdasan buatan (AI), termasuk pemrosesan langsung di laptop tanpa harus terhubung ke internet.

ProArt P14 dibekali Unified Memory 64GB, sementara ProArt P16 menawarkan kapasitas 128GB. Keduanya menggunakan GPU NVIDIA Blackwell RTX dengan 6.144 core dan CPU NVIDIA Grace 20-core. ASUS menyebut kemampuan pemrosesan AI perangkat tersebut mencapai 1 petaflop pada jalur FP4.

Teknologi ini menyasar para profesional yang membutuhkan perangkat untuk mengolah gambar, menyunting video, melakukan rendering, hingga menjalankan aplikasi AI secara mandiri.

Country Manager ASUS Indonesia, Lenny Lin, menyampaikan bahwa lini ProArt terbaru dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan kreator yang memerlukan performa tinggi sekaligus fleksibilitas dalam mengelola materi pekerjaan.

Menurut ASUS, pemrosesan AI secara lokal juga memberikan alternatif bagi pengguna yang menangani dokumen atau materi klien bersifat sensitif agar tidak harus mengunggahnya ke layanan cloud.

Diuji Menjalankan Model AI Secara Lokal

ASUS Indonesia mengungkapkan telah melakukan pengujian internal pada ProArt P14 menggunakan ComfyUI Desktop dengan dukungan CUDA.

Dalam pengujian pertama, perangkat menjalankan Qwen Image 2.1 dengan kuantisasi INT8 untuk mengolah foto produk menjadi visual sinematik beresolusi 1024 piksel. Penggunaan memori GPU dilaporkan mencapai 19,8GB, dengan utilisasi GPU sebesar 100 persen.

Pengujian berikutnya menggunakan model MiniMax H3 untuk menghasilkan video berdurasi lima detik lengkap dengan audio dari sebuah foto. Proses tersebut membutuhkan waktu 5 menit 54 detik, dengan penggunaan memori GPU mencapai 28,1GB.

ASUS turut memperlihatkan pemanfaatan Hermes Agent berbasis model bahasa lokal. Aplikasi tersebut dapat digunakan untuk membaca folder proyek, merangkum arahan pekerjaan, serta menyusun draf naskah dan keterangan konten.

Meski demikian, pengguna perlu memasang dan mengonfigurasi sendiri ComfyUI Desktop, Hermes Agent, serta model AI yang dibutuhkan. Seluruh aplikasi tersebut tidak tersedia sebagai instalasi bawaan perangkat.

Mengutamakan Akurasi Warna dan Mobilitas

Untuk menunjang pekerjaan visual, ProArt P14 membawa layar sentuh OLED 14 inci beresolusi 2.8K. Sementara itu, ProArt P16 menggunakan panel OLED 16 inci dengan resolusi UHD+.

Kedua layar mendukung refresh rate 120Hz, cakupan warna 100 persen DCI-P3, serta telah tervalidasi PANTONE. Spesifikasi ini ditujukan untuk mendukung pekerjaan yang membutuhkan reproduksi warna akurat, seperti penyuntingan foto dan video.

Dari segi desain, ProArt P14 memiliki bobot sekitar 1,48 kilogram dengan baterai 90Wh. ProArt P16 berbobot sekitar 1,77 kilogram dengan baterai 99,9Wh. Keduanya menggunakan adaptor USB Type-C 140W dan telah menjalani pengujian ketahanan MIL-STD 810H.

Dibanderol Mulai Rp80 Jutaan

ASUS memasarkan ProArt P14 dengan harga resmi Rp80.999.000. Adapun ProArt P16 dipatok Rp113.999.000.

Selama masa pre-order hingga 23 Oktober 2026, ProArt P14 ditawarkan seharga Rp79.999.000 melalui ASUS Online Store, ASUS Exclusive Store, dan sejumlah ASUS Store terpilih.

Sementara ProArt P16 tersedia dengan harga khusus Rp112.999.000 melalui ASUS Online Store. Pembelian melalui toko daring resmi selama periode tersebut juga disertai hadiah ASUS ProArt Mouse MD301 senilai Rp1.699.000.

Konsumen dapat melihat dan mencoba kedua perangkat tersebut di booth ASUS ProArt, Atrium Mall Pondok Indah 2, Jakarta, pada 20–25 Oktober 2026.

ASUS memberikan garansi internasional tiga tahun serta ASUS VIP Perfect Warranty selama tiga tahun, dengan ketentuan yang berlaku. Pengguna juga memperoleh layanan tambahan berupa penjemputan dan pengantaran unit servis, antrean perbaikan prioritas, serta pembersihan profesional.

Dengan kapasitas memori besar dan dukungan pemrosesan AI lokal, kedua laptop ini menjadi pilihan bagi kreator profesional yang membutuhkan komputasi intensif. Namun, hasil kinerja aktual dapat bervariasi sesuai aplikasi, model AI, driver, dan konfigurasi yang digunakan.

Sumber: ASUS Indonesia.

Posting Komentar

0Komentar

Posting Komentar (0)