Tidore Kepulauan,RedMOL.id– Pernyataan Wali Kota Tidore Kepulauan yang terekam dalam sebuah video dan beredar di media sosial menuai reaksi dari sejumlah kalangan. Ucapan tersebut dinilai merendahkan Kecamatan Oba Selatan karena menyebut wilayah itu dalam konteks penempatan aparatur sipil negara (ASN) sebagai bentuk sanksi.Dalam video yang beredar, Wali Kota Tidore menyampaikan, "Berani Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan PPK paruh waktu, berani ngoni pe tangan hela saya, kepala dinas saya kasih nonjob. Tidak ada jabatan, semua ditempatkan di Oba Selatan."
Pernyataan tersebut mendapat tanggapan dari Ikatan Pelajar Mahasiswa Maidi (IPMMA). Ketua Umum IPMMA, M. Ghazali Faraman, menilai ucapan itu tidak mencerminkan sikap seorang kepala daerah dan berpotensi menimbulkan stigma negatif terhadap masyarakat maupun wilayah Oba Selatan.
Menurut Ghazali, Oba Selatan merupakan bagian dari Kota Tidore Kepulauan yang memiliki kontribusi penting dalam pembangunan daerah sehingga tidak sepatutnya dijadikan bahan candaan ataupun dikaitkan dengan ancaman mutasi jabatan.
"Kami menyayangkan pernyataan tersebut karena dinilai telah melukai perasaan masyarakat Oba Selatan. Seorang pemimpin seharusnya menjaga tutur kata dan menghormati seluruh wilayah serta masyarakat yang dipimpinnya," ujar Ghazali.
Atas pernyataan tersebut, IPMMA menyampaikan tiga tuntutan kepada Wali Kota Tidore Kepulauan. Pertama, meminta agar Wali Kota menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada masyarakat, ASN, dan PPPK di Oba Selatan. Kedua, meminta agar pernyataan yang dinilai merendahkan Oba Selatan dicabut dan diklarifikasi. Ketiga, mendesak agar tidak ada lagi narasi yang menjadikan Oba Selatan sebagai objek candaan maupun ancaman dalam konteks birokrasi dan politik.
IPMMA menegaskan akan terus mengawal persoalan tersebut hingga memperoleh respons resmi dari Pemerintah Kota Tidore Kepulauan.
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari Wali Kota Tidore Kepulauan terkait video maupun tuntutan yang disampaikan IPMMA.
Redaksi:Arjun
