
Keresahan pedagang bukan hanya disebabkan oleh naik turunnya harga bawang merah, tetapi juga oleh minimnya perhatian pemerintah dalam menjaga stabilitas harga. Akibatnya, banyak pedagang eceran kesulitan memperoleh keuntungan yang layak. Modal yang dikeluarkan sering kali tidak sebanding dengan hasil penjualan, bahkan tidak sedikit pedagang yang hanya mampu mengembalikan modal tanpa memperoleh laba.
Situasi tersebut diperparah oleh kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dan kondisi cuaca yang tidak menentu. Berdasarkan hasil kuesioner yang kami lakukan terhadap sejumlah pedagang, sebagian besar menyampaikan keluhan mengenai tingginya biaya transportasi akibat kenaikan harga BBM, kondisi pasar yang kurang memadai, serta fluktuasi harga bawang merah yang sulit diprediksi. Persoalan-persoalan tersebut semakin mempersempit ruang usaha para pedagang kecil.
Kondisi pasar saat musim hujan juga menjadi persoalan yang tidak dapat diabaikan. Genangan air di area pasar membuat pembeli enggan datang sehingga aktivitas jual beli menurun drastis. "Kalau hujan, air menggenangi pasar. Pembeli jadi sepi dan dagangan kami banyak yang tidak terjual," ungkap salah seorang pedagang di Pasar Kota Baru, Ternate. Kondisi ini menunjukkan bahwa persoalan infrastruktur pasar masih menjadi pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan.
Di sisi lain, BBM memiliki peran yang sangat penting dalam rantai distribusi bahan pangan di Kota Ternate. Sebagian besar pasokan bawang merah masih didatangkan dari luar Provinsi Maluku Utara. Ketika harga BBM meningkat, biaya transportasi ikut naik sehingga harga beli pedagang bertambah. Beban tersebut pada akhirnya harus ditanggung oleh pedagang maupun konsumen.
Melihat kondisi tersebut, pemerintah daerah tidak cukup hanya memantau perkembangan harga di pasar. Diperlukan langkah nyata untuk menjaga stabilitas harga, memperbaiki fasilitas pasar, serta memastikan distribusi bahan pangan tetap berjalan dengan biaya yang terjangkau.
Tanpa kebijakan yang berpihak kepada pedagang kecil, mereka akan terus berada dalam tekanan ekonomi yang semakin berat.
Pada akhirnya, keresahan pedagang bawang merah bukan semata-mata persoalan cuaca atau kenaikan BBM. Persoalan ini merupakan cerminan dari perlunya kebijakan yang lebih responsif terhadap kondisi riil di lapangan. Sudah sepatutnya pemerintah hadir sebagai penjamin stabilitas pasar agar pedagang kecil tidak terus menjadi pihak yang paling dirugikan setiap kali harga bergejolak atau cuaca memburuk.
Redaksi:Arjun
