Mantan Menkeu Nilai Kondisi APBN Masih Terkendali, Dorong Peningkatan Penerimaan Negara

Admin RedMOL
0
Jakarta, RedMOL.id – Mantan Menteri Keuangan Fuad Bawazier menilai kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) masih berada dalam jalur yang aman meskipun pemerintah tetap menghadapi sejumlah tantangan fiskal. Ia melihat adanya perbaikan pada indikator defisit anggaran dan memberikan apresiasi terhadap pengelolaan fiskal yang dilakukan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.

Menurut Fuad, perkembangan terbaru menunjukkan rasio defisit terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) mengalami perbaikan dibandingkan periode sebelumnya. Kondisi tersebut dinilai menjadi sinyal positif bagi stabilitas keuangan negara di tengah dinamika ekonomi yang masih berlangsung.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa pemerintah tidak boleh berpuas diri. Salah satu pekerjaan rumah yang perlu mendapat perhatian serius adalah upaya meningkatkan penerimaan negara agar ruang fiskal semakin kuat dan berkelanjutan.

Fuad menyoroti pentingnya langkah tegas terhadap praktik-praktik yang merugikan negara, terutama yang berkaitan dengan pengelolaan sumber daya alam. Menurutnya, kebocoran dan penyalahgunaan kekayaan alam harus menjadi fokus utama pemerintah jika ingin memperkuat pendapatan negara secara signifikan.

Selain penegakan hukum, ia juga mengusulkan pemanfaatan potensi sumber daya alam melalui skema pembiayaan dan investasi yang lebih produktif. Langkah tersebut diyakini dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi perekonomian nasional sekaligus membantu menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.

Di sisi lain, Fuad menilai program efisiensi anggaran masih memiliki ruang yang cukup besar untuk diperkuat. Ia mencontohkan pengeluaran yang tidak mendesak, termasuk perjalanan dinas, sebagai salah satu sektor yang dapat dievaluasi guna menghemat belanja negara.

Sementara itu, data fiskal hingga Mei 2026 menunjukkan defisit APBN mencapai sekitar Rp180,4 triliun atau setara 0,70 persen terhadap PDB. Angka tersebut sedikit lebih tinggi dibandingkan posisi akhir April 2026 yang tercatat sebesar Rp164,4 triliun atau 0,64 persen dari PDB.

Meskipun terjadi kenaikan tipis pada nilai defisit, sejumlah kalangan menilai kondisi fiskal nasional masih dalam batas yang terkendali. Pemerintah diharapkan terus menjaga keseimbangan antara belanja negara, penerimaan, serta strategi pengelolaan utang agar stabilitas ekonomi tetap terjaga. 


Reporter: Sahril

Posting Komentar

0Komentar

Posting Komentar (0)