Kepsek: Bantah Tuduhan Pemberitaan diSalasatu Media Yang Menyebutkan Dirinya Jarang Masuk Kantor.

Admin RedMOL
0
Halsel,RedMOL.ID-Kepala Sekolah SMP Negeri 70 Halsel Amrin Subarju S.pd,.menyampaikan klarifikasi terkait pemberitaan disalasatu media yang menyebutkan bahwa dirinya diduga jarang masuk kantor saat dikonfirmasi oknum wartawan.

Klarifikasi tersebut disampaikan oleh Kepala Sekolah Amrin Subarju kepada RedMOL.ID pada Rabu (22/04/2026) melalui sambungan WhatsApp, yang mengatakan bahwa tuduhan yang muncul tersebut dilakukan tanpa melalui verifikasi lapangan, 

Dengan adanya pemberitaan tersebut yang menyebutkan diri saya jarang masuk kantor itu tidak benar karna ada situasi yang mendadak sehingga saya harus menitip pesan kepada dewan guru untuk aktif dalam proses belajar mengajar. Ucapnya

Situasinya: saya harus bawah saudara saya kerumah sakit +Om saya dirujuk ke rumah sakit bacan, antara kampung tempat saya mengajar membutuhkan waktu kurang lebih 3/4 jam naik kendaraan laut menuju rumah sakit bacan, sebagai institusi pendidikan,kami memiliki etika dan prosedur resmi yang harus dijalankan."Tambahnya. 

Menurutnya, konfirmasi berita yang menyangkut nama baik sekolah dan institusi negara harus dilakukan secara serius dan formal. “Konfirmasi tersebut seharusnya dilakukan secara resmi, tatap muka, dan dilakukan di lingkungan sekolah, bukan hanya sekadar lewat pesan singkat WhatsApp yang sifatnya personal dan tidak formal. Apalagi sekarang banyak modus penipuan,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa jika memang dibutuhkan informasi akurat, pihak wartawan sangat disarankan untuk datang langsung ke sekolah, mintai keterangan resmi dari pihak kepala sekolah.

“Jadilah Wartawan yang profesional dan punya integritas! Jangan cuma jadi ‘Wartawan Genggam’ atau ‘Wartawan Sofa’ yang kerjanya cuma duduk manis, baca chat WA, lalu langsung naikkan berita seolah-olah itu fakta mutlak,” ujarnya.

Dewan Guru: juga menegaskan bahwa membuat berita bukan hal yang bisa dilakukan sembarangan. “Kalau hanya mengandalkan pesan WhatsApp tanpa mau turun ke lapangan, melihat fakta, dan bertatap muka secara langsung, itu namanya bukan jurnalistik, tapi ‘Penyebar Hoax’ atau ‘Pembuat Gosip’!,” tambah salasatu dewan guru lainnya.

Menurutnya, etika jurnalistik menuntut kehadiran langsung, verifikasi data, dan bertemu narasumber secara langsung.

“Kalau cuma modal ‘Pak, tolong konfirmasi lewat WA’, lalu kalau tidak dijawab langsung dituduh membungkam atau bersalah, itu cara kerja yang malas dan bertanggungjawab,” tambahnya.

“Ayo turunlah ke lapangan! Lihat kondisi nyata! Jangan jadi oknum yang hanya pandai menaikkan isu lewat layar kaca tanpa tahu rasa lelahnya orang bekerja. Berita yang baik lahir dari pengamatan mata, bukan hanya dari ketikan jari,” pungkasnya. (Red:Arjun) 


Posting Komentar

0Komentar

Posting Komentar (0)