Kapal milik PT Pelni tersebut menjadi pilihan utama warga yang hendak pulang ke kampung halaman masing-masing. Sejak pagi hari antrean panjang terlihat di ruang tunggu dan area pemeriksaan tiket pelabuhan setempat.
Samdi, seorang pengajar di Kabupaten Halmahera Selatan, mengaku sengaja berangkat lebih awal dari Bacan. Ia bahkan harus menunggu satu hari di Ternate demi memastikan keberangkatan menggunakan KM Nggapulu.
“Saya tujuan ke Bau-Bau dan memilih mudik lebih awal agar tidak kehabisan tiket,” ujar Samdi. Menurutnya, mendekati lebaran jumlah pemudik meningkat drastis sehingga peluang mendapatkan tiket semakin kecil sekali.
Hal serupa disampaikan Rahmi yang juga hendak menuju Bau-Bau untuk merayakan Idulfitri bersama keluarga. Ia sudah dua hari berada di Ternate menunggu jadwal kedatangan kapal tersebut.
“Takutnya tidak dapat tiket dan supaya penumpang tidak terlalu banyak makanya mudik lebih awal,” katanya. Rahmi menambahkan keberangkatan lebih cepat memberinya waktu lebih lama bertemu anak di kampung halaman.
Kepala PT Pelni Cabang Ternate Lutfi Israr menyebut jumlah penumpang mengalami peningkatan dibanding hari biasa. KM Nggapulu bertolak dengan total 2.333 penumpang serta 292 penumpang lanjutan pada pelayaran tersebut.
“Untuk penumpang hari ini ada sedikit peningkatan dibanding hari biasa,” ucap Lutfi kepada wartawan. Ia memprediksi puncak arus mudik berikutnya terjadi pada 8 Maret saat kapal kembali singgah di Ternate.
