Pemprov Maluku Utara Siapkan Angkutan Laut dan Darat untuk Mudik Bersubsidi.

Admin RedMOL
0
REDMOL.INDONESIA-Pemerintah Provinsi Maluku Utara melalui Dinas Perhubungan dan stakeholder terkait telah menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk menyukseskan angkutan mudik bersubsidi pada Lebaran 2026. Hal ini disampaikan dalam dialog interaktif Ternate Pagi yang digelar pada Senin, 9 Maret 2026, bersama Kepala ASDP Cabang Ternate, Kepala Bidang Kepelabuhanan Dishub Maluku Utara, serta Kasih Lalu Lintas Angkutan Laut KSOP Kelas 2 Ternate.

Kepala Bidang Kepelabuhanan Dishub Maluku Utara, Nazrin Zabar, menjelaskan bahwa pemerintah provinsi melalui program mudik bersubsidi telah menyiapkan armada kapal penumpang untuk seluruh tujuan di Maluku Utara. “Untuk angkutan laut, tersedia 15 kapal yang melayani jalur subsidi, ditambah 5 kapal feri dari pihak ASDP. Sistem pemesanan tiket dilakukan secara online melalui aplikasi Ferenia dan Esi Book, guna mengurangi antrean dan meminimalkan calo tiket,” jelasnya.

Tercatat, kuota tiket untuk jalur subsidi mencapai sekitar 7.000 tiket, dengan diskon 50% dari pemerintah provinsi. Beberapa tujuan utama termasuk Ternate–Kepulauan Sula, Ternate–Tidore, Ternate–Halmahera Timur, dan Ternate–Halmahera Utara. Selain itu, pemerintah juga menyiapkan armada tambahan untuk mengantisipasi lonjakan penumpang di hari puncak

Selain angkutan laut, pemerintah provinsi juga menyiapkan armada angkutan darat gratis, terutama untuk mahasiswa yang ingin pulang kampung. Enam bus disiapkan dengan titik kumpul di Pelabuhan Galala, Sofifi, dengan rute ke Halmahera Utara, Halmahera Tengah, dan Halmahera Timur. Pemudik hanya perlu menunjukkan identitas diri, dan pendaftaran dilakukan langsung oleh petugas di lapangan.

Kasi Lalu Lintas Angkutan Laut KSOP Kelas 2 Ternate, Pak Planning Alnursah, menegaskan bahwa total 49 kapal siap melayani angkutan laut Lebaran 2026, termasuk kapal penyeberangan, kapal antar pulau, kapal perintis, dan kapal PSO. Semua kapal telah menjalani uji kelayakan (RAM check) dan memenuhi standar keselamatan pelayaran.

KSOP juga menyiapkan strategi mitigasi penumpukan penumpang di pelabuhan, termasuk pengaturan gate barrier di Pelabuhan Ahmad Yani dan Bastian untuk memastikan hanya pemilik tiket yang dapat naik kapal. “Puncak arus mudik diprediksi terjadi pada 15–17 April, sementara arus balik berlangsung pada 27–29 April. Kami siap menambah trip jika terjadi lonjakan,” ujar Pak Planning.

Kepala ASDP Cabang Ternate, Musyar Usman, menambahkan bahwa pola operasi kapal akan menyesuaikan kebutuhan penumpang. Jalur-jalur yang menjadi fokus antara lain Basion–Sovivi, Basion–Sidangoli, Basion–Room, Tobelo–Daruba, serta lintasan ke Moti, Kayoa, dan Makian. Armada tambahan disiapkan untuk mengantisipasi penumpukan di jalur padat, khususnya pada H+2 Lebaran

Nazrin menekankan pentingnya koordinasi antara Dishub, ASDP, KSOP, dan operator kapal untuk kelancaran mudik bersubsidi. “Kami melibatkan semua pihak, termasuk vendor pemesanan tiket online, agar masyarakat dapat membeli tiket dengan mudah dan aman. Work in counter disiapkan bagi masyarakat yang kesulitan menggunakan aplikasi,” ujarnya.

Dengan persiapan matang ini, Pemerintah Provinsi Maluku Utara berharap masyarakat dapat menjalani mudik Lebaran 2026 dengan aman, nyaman, dan selamat, baik melalui jalur laut maupun darat.

Posting Komentar

0Komentar

Posting Komentar (0)