Hal ini disampaikan saat kegiatan Launching Ojol Kamtibmas yang digelar oleh Polda Maluku Utara dan dilaksanakan pertama kali di Kota Ternate, Senin (9/2/2026).
Sekda juga mengapresiasi inisiatif Polda Maluku Utara yang berhasil menyatukan berbagai komunitas ojek online, seperti Maxi, Omojek Andalan, Grab, dan lainnya, dalam satu komitmen bersama menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Maluku Utara, khususnya di Kota Ternate.
“Yang perlu digarisbawahi, semangat dari Ojol Kamtibmas ini bukan hanya mendukung aktivitas para pengemudi, tetapi juga bagaimana mereka bersatu menjaga kamtibmas. Ini sangat luar biasa,” ujarnya.
Ia menambahkan, Pemerintah Kota Ternate memberikan apresiasi setinggi-tingginya karena kegiatan ini tidak hanya memperkuat peran ojol, tetapi juga melibatkan pelaku UMKM seperti warung kopi, bengkel, dan juga layanan.
Menurutnya, hal ini mencerminkan semangat kolaborasi nyata antara kepolisian, pemerintah, stakeholder, perguruan tinggi, dan komunitas.
“Kamtibmas adalah tanggung jawab bersama. Polisi tidak bisa bekerja sendiri, sehingga kehadiran komunitas ojol ini menjadi sangat strategis,” jelasnya.
Sekda yang juga merupakan Pembina Omojek dan Ojek Andalan Kota Ternate turut menyampaikan apresiasi kepada Kapolda Maluku Utara beserta jajaran, termasuk Kapolres Ternate. Ia menilai Ojol Kamtibmas memiliki peran penting sebagai agen edukasi di tengah masyarakat.
“Selain mencari nafkah, para pengemudi ojol juga bisa mengedukasi penumpang, memberikan informasi, bahkan deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Sekda juga berharap pengembangan UMKM, khususnya warung kopi, dapat diperluas ke seluruh kecamatan di Kota Ternate. Ia menargetkan setiap wilayah, terutama destinasi wisata, memiliki titik UMKM yang terintegrasi dengan konsep kamtibmas.
“Harapannya, setiap kecamatan punya. Misalnya di wilayah utara seperti Jole Majiko atau Tulang Ikan, kemudian Takome, Jikomelamo, dan destinasi wisata lainnya. Warkop ini harus hadir di ruang-ruang publik,” ujarnya.
Ia berencana berkoordinasi dengan para camat dan pihak kepolisian sektor setempat untuk menentukan lokasi strategis demi mendukung pengembangan UMKM sekaligus menjaga keamanan wilayah.
“Kegiatan ini diharapkan menjadi model kolaborasi berkelanjutan antara Pemerintah, Kepolisian, Komunitas Ojol, dan pelaku UMKM dalam mendorong perekonomian lokal serta menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif di Kota Ternate,” tutupnya.
