Kegiatan ini di buat oleh seluruh masyarakat desa Dowora kecamatan gane barat selatan sebagai Aikon umat muslim kususnya masyarakat Dowora yg begitu bangga dengan penyambutan bulan suci Ramadan, mengingatkan kembali kepada sang Khaliq pencipta alam semesta (Allah SWT) dan kebanggaan kepada sang revolusi dunia, tak lain dan tak bukan yaitu Baginda Nabi Muhammad SAW. Allah Hum'ma Sholli Ala'muhammad Waala'ali Muhammad.
"Ribuan warga Dowora berbondong-bondong di sepanjang rute pawai, menyaksikan iring-iringan peserta yang membawa obor dan lentera sebagai simbol penyambutan bulan suci Ramadan. Tahun ini, perayaan terasa istimewa karena Ramadhan memperkuat nuansa harmoni di Desa Dowora, dan mempererat silaturahmi bagi umat muslim.
Masyarakat desa Dowora menyampaikan, konsistensi penyelenggaraan pawai obor selama bertahun-tahun (berturut-turut) tidak terlepas dari sejarah masuknya Islam ke Nusantara yang berkembang melalui pendekatan budaya dan kolaborasi nilai-nilai lokal.
“Kita sudah bertahun-tahun secara berturut-turut menggelar pawai obor, sebuah nilai budaya bangsa yang harus kita lestarikan dalam menyambut datangnya bulan suci Ramadhan,” ujar salasatu pemuda.
Ia berharap, cahaya obor yang dinyalakan tidak sekadar menjadi simbol seremonial, melainkan dimaknai sebagai peningkatan keimanan dan semangat umat Muslim dalam menjalani ibadah puasa.
“Semoga cahaya obor ini sejalan dengan meningkatnya keimanan kita yang sebentar lagi akan menjalani ibadah puasa di bulan suci Ramadhan.
“Api obor ini bukan api biasa. Ini adalah api semangat kebersamaan dan saling menjaga silaturahmi,perkokoh keimanan serta niat yang bersih adalah kunci setiap umat muslim untuk selalu menyambut bulan Suci Ramadan..Tutupnya
Penulis:Arjun Usman
